Pendidikan Lanjutan Perkoperasian (PLP) Tahun 2021

Kopma Fatawa IAIN Salatiga telah menyelenggarakan Pendidikan Lanjutan Perkoperasian (PLP) bagi kader-kader Kopma Fatawa angkatan 2020. Kegiatan ini dilangsungkan selama 3 hari pada tanggal 5 Maret sampai 7 Maret 2021 dengan mengusung tema “Pendidikan sebagai Penguat Eksistensi Koperasi Mahasiswa melalui Kader yang Berjiwa Sociopreuner, Cooperative dan Inovatifdan dibuka oleh Bapak Dr. Sidqon Maesur, Lc, M.A selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Salatiga.

PLP atau Pendidikan Lanjutan Perkoperasian merupakan kegiatan rutin yang dilakukan satu kali setiap satu masa kepengurusan sebagai pendidikan lanjutan dari pendidikan dasar. Sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19, tahun ini PLP dilaksanakan secara daring melalui media zoom meeting dan live youtube. Meskipun demikian, antusias para kader Kopma Fatawa IAIN Salatiga terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Terbukti dengan banyaknya kader yang mengikutinya, terdapat kurang lebih 220 anggota/kader mengikuti kegiatan ini dimana pada tahun sebelumnya hanya diikuti kurang lebih 180 peserta. 

Selain itu kegiatan ini menghadirkan beberapa pemateri dari masing-masing bidangnya yang tentunya relevan dengan bidang perkoperasian itu sendiri, meliputi analisa perkembangan koperasi, business plan, lobbying dan negosiasi, manajemen keuangan koperasi, dan strategi bisnis.

Analisa Perkembangan Koperasi 

Materi ini disampaikan oleh Heri Sulistyo, S.Pd.I., beliau menyampaikan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Hingga saat ini sudah tercatat ada 23.048 koperasi aktif dan 35.761 koperasi tidak aktif di data Kementerian Koperasi dan UKM RI. Di kota Salatiga sendiri ada 196 koperasi aktif dan 57 koperasi tidak aktif yang tercatat di data Dinas Koperasi dan UKM Salatiga. Koperasi yang berkembang di Salatiga ini sebagian besar bergerak di bidang usaha Simpan Pinjam. 

Ada beberapa sumber masalah pada koperasi, diantaranya sebagian orang berkoperasi hanya untuk mendapatkan bantuan dan fasilitas dari pemerintah, ada juga yang berkoperasi yang bermaksud menipu masyarakat dengan iming-iming hasil investasi besar, ada juga rentenir yang berbaju koperasi dan masih banyak lagi. Dengan demikian harapan kedepannya koperasi dapat tetap eksis di Indonesia dan memanfaatkan berbagai peluang termasuk kemajuan teknologi untuk membentuk koperasi yang lebih inovatif dan positif.

Business Plan

Materi Business Plan kali ini dibawakan oleh Ibu Imanda Firmantyas Putri Pertiwi, S.E., M.Si. salah seorang dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di IAIN Salatiga. Beliau memaparkan mengenai tujuan bisnis serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan bisnis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Bussines Plan diantaranya Executive Summary, Company Description, Services and Products, Market Analysis, Competitive and Benchmark, Marketing Plan or Strategy, Organization and Management, Financials, dan yang terakhir Closing and Contact.

Executive Summary adalah sebuah ringkasan secara keseluruhan dari ide bisnis atau business plan yang dibuat. Company Description, ini mencakup visi misi, letak geografis, legalitas, budaya, sejarah dan capaian prestasi perusahaan. Services and Products, menjelaskan produk dan layanan, serta benefit yang ditawarkan. Market Analysis, bagian ini menjelaskan analisis pasar untuk mengetahui seluas apa pasar yang dapat kita masuki dan siapa target pasarnya. Competitive and Benchmark, hal ini mencakup kompetitor kita, bagaimana kita menghadapinya dan inovasi apa yang ada di produk kita. Marketing Plan or Strategy, rencana atau strategi pemasaran yang akan kita gunakan. Organization and Management, mencakup founder dan struktur organisasi yang ada di perusahaan. Financials, hal ini berkaitan dengan keuangan yang mencakup modal, biaya produksi, sales forecast, dan keuntungan yang akan didapat. Dan yang terakhir Closing and Contact berisi kalimat penutup yang mampu mempengaruhi dan menarik investor, serta ditambahkan contact person dari perusahaan.

Lobbying dan Negosiasi

Lobbying merupakan langkah awal, dimana kita membentuk citra diri dan mempengaruhi pihak lain sebelum kita sampai pada tahap negosiasi dan lobbying lebih bersifat informal. Sedangkan negosiasi merupakan proses untuk memperoleh kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang bersangkutan dan bersifat formal. Di dalam proses negosiasi perlu sekali adanya komunikasi yang efektif, supaya apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh komunikan. Dalam hal ini teknik lobby dan negosiasi perlu kita kuasai dalam berkoperasi. Sebagai contoh ketika mencari investor untuk perusahaan atau koperasi kita. Dalam proses ini diperlukan seseorang yang ahli dalam melobi dan bernegosiasi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, yaitu investasi dari para investor. Seperti yang dijelaskan diatas dalam hal ini unsur yang paling penting adalah komunikasi, yakni komunikasi yang efektif dan persuasif.  Materi ini dipaparkan oleh Ibu Fathimah Nadia Qurrota A’yun, M.Sos yang juga merupakan salah seorang dosen di IAIN Salatiga.

Manajemen Keuangan Koperasi

Materi ini dibawakan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga yaitu Bapak H. Roch Hadi, S.H., M.M. sebagai pemateri materi pertama. Dimana beliau menjelaskan bahwa Manajemen Keuangan Koperasi merupakan aktivitas pencairan dana dengan cara yang paling menguntungkan dan aktivitas penggunaan dana yang efektif dan efisien dengan memperhatikan prinsip ekonomi dan prinsip koperasi. Tujuan dari manajemen keuangan koperasi sendiri yaitu untuk efesiensi biaya yang dikeluarkan dan untuk untuk meningkatkan cadangan modal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen keuangan koperasi diantaranya adalah pelaksanaan fungsi manajemen, paling sedikit meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organization), implementasi (actuating), dan pengendalian (controling). Termasuk juga kegiatan pencairan dana dan kegiatan penggunaan dana.

Dalam manajemen keuangan koperasi kita juga harus memperhatikan aspek-aspek lain seperti pendapatan koperasi, catatan manajemen sumber dana, catatan penggunaan dana, manajemen biaya dan beban, alat analisis manajemen keuangan, hingga penyusunan laporan keuangan koperasi dan cara mengambil keputusan melalui laporan keuangan itu sendiri.

Startegi Bisnis

(Rohman Hakim, S.Pd.I) Strategi Bisnis adalah suatu rencana dan tindakan jangka panjang yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran bisnis. Dalam penyusunan strategi bisnis, terdapat beberapa permasalahan yang biasa dihadapi oleh para pebisnis, diantaranya permodalan, pemasaran, kesulitan bahan baku, persaingan usaha dan SDM. Strategi bisnis yang baik harus memiliki kualitas produk, kenal target pasarnya, ada kreatifitas dan inovasi baru, melakukan promosi yang efektif, memanfaatkan teknologi, dan mengerti manajemen bisnis dengan baik. Untuk membuat sebuah strategi bisnis kita harus memperhatikan 5W+1H.

  • What, produk apa yang dibuat?
  • Why, mengapa produk itu dibuat?
  • Who, siapa pasarnya?
  • When, kapan produk dibuat?
  • Where, dimana produk dibuat?
  • How, bagaimana membuat produknya?

Kunci Utama dalam Bisnis adalah 5P, yakni:

  • Product (produk apa yang kita tawarkan)
  • Price (harga yang kita tawarkan)
  • Place (lokasi atau tempat kita mendirikan bisnis)
  • Promotion (promosi yang kita lakukan)
  • People (orang atau sasaran konsumen dari produk kita)

Diharapkan dengan adanya Pendidikan Lanjutan Perkoperasian ini, dapat mewujudkan karakter kader yang berwawasan luas, kritis, dan loyal terhadap koperasi. Menyiapkan kader koperasi yang inspiratif, inovatif, progresif dalam menemukan solusi masa depan dalam permasalahan koperasi, ekonomi, social dan kebangsaan. Menyiapkan kader yang bisa memanfaatkan jaringan dan memaksimalkan posisi dalam dunia perekonomian dengan jati diri koperasi.


Komentar